Toraja, merupakan sebuah kabupaten yang ada di kepulauan Sulawesi Selatan. Sampai saat ini masyarakat asli Toraja masih tinggal di kawasan pegunungan serta mempertahankan gaya hidup khasnya. Kalau disamakan, gaya hidup masyarakatnya mirip dengan budaya nias. Karena lokasi Toraja ada di pegunungan, akses jangkauan menuju kesana jadi sedikit menyulitkan. Namun, bagi kamu yang tetap ingin mengunjungi tempat ini, ada beberapa rekomendasi wisata di Toraja yang wajib dikunjungi.

Menikmati pemandangan rumah adat di Desa Adat Pallawa

Bagi para backpacker, lokasi wisata yang berada di pegunungan biasanya tidak akan jadi masalah. Apalagi kalau saat sampai mereka bisa menukar rasa lelah dengan suguhan pemandangan atau kebudayaan setempat yang jarang sekali terekspos, salah satunya adalah Desa Adat Pallawa di Toraja.

sumber gambar: ikutilangkahkaki.com

Ya, tempat pertama yang bisa kamu kunjungi saat ke kawasan Toraja adalah Pallawa, disini kamu bisa melihat pemandangan rumah adat yang tersusun rapih dengan atap melengkung. Kalau di kota, kamu tidak akan bisa menemukan yang seperti ini.

Nama rumah adatnya adalah Tongkonan Pallawa, letaknya di antara pohon bamboo dan di puncak bukit, bagian depannya ada dekorasi tanduk kerbau. Tanduk yang dipasang menjadi sebuah lambang kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Saat datang ke sana, jangan sungkan untuk menyapa warga sekitar, karena mereka akan dengan ramah menyambut para turis dan menceritakan sejarah tanah Torajanya.

Menggunjungi Lemo, rumah para arwah

Kamu juga bisa mengunjungi Lemo. Namun, kamu harus berhati-hati ya karena Lemo merupakan lokasi pemakamanan atau rumah arwah. Kamu mungkin akan sedikit ngeri karena jasad masyarakat setempat yang telah lama meninggal akan disimpan dalam ruangan yang terbuka, di tengah bebatuan.

sumber gambar: indonesiakaya.com

Kamu benar-benar bisa melihat mayat berdiri. Menurut masyarakat Toraja ini adalah penghargaan untuk mereka, sekaligus mempertahankan nilai kematian, ritual serta seninya. Bahkan, nantinya aka nada upacara Ma’nene dimana mayat-mayat akan digantikan pakaiannya, layaknya manusia hidup.

Mengunjungi Londa, gua alam yang digunakan untuk pemakaman

Wisata di Toraja selanjutnya adalah Londa, tempat ini juga masih berhubungan dengan pemakaman. Toraja memang sangat kental dengan adatnya, jadi jangan heran jika hal-hal seperti persemayaman mayat yang dilakukan masyarakat setempat sangat berbeda dengan yang biasa kamu lakukan.

sumber gambar: flickr.com

Londa merupakan sebuah goa alam, sudah sejak ratusan tahun lalu tempat ini dimanfaatkan sebagai makam. Namun yang paling unik dari tempat ini, saat kamu masuk ke dalam, kamu tidak akan merasa pengap atau mencium bau mayat.

Saat masuk ke dalam kamu bisa melihat peti mati yang berderet dan usianya sudah ratusan tahun, ada juga tengkorak berserakan. Sedikit angker, tapi sangat rugi kalau tidak dikunjungi.

Menikmati keindahan alam Toraja di Gunung Sesean

Nah, selain bisa menikmati keunikan adat masyarakat setempat, kamu juga bisa menikmati keindahan alam Toraja. Lokasinya yang ada di pegunungan membuat suasana masih sangat asri, segar dan pemandangan alammnya terjaga. Salah satu kawasan alam yang bisa kamu kunjungi adalah Gunung Sesean.

Tingginya mencapai 2.100 mdpl, di atas puncaknya kamu dapat melihat keindahan matahari terbit, bak negeri di atas awan kamu berada di ketinggian yang bisa melihat kawasan Toraja dari puncak Sesean.

Oiya, untuk bisa menuju puncak kamu juga harus menghabiskan waktu perjalanan 6 jam, akan sedikit ngos-ngosan tapi kalau sudah sampai di atas semua rasa lelah akan terbayar kok. Jangan lupa abadikan moment langkamu dengan berswafoto ya!

Mengunjungi situs peninggalan dunia, Ke’te Kesu

Ada yang tau Ke’te Kesu? Ini adalah tempat wisaya yang sudah berusia lebih dari 300 tahun dan UNESCO juga sudah menobatkannya sebagai situs peninggalan dunia. Lokasi ini sangat terkenal di Toraja, jadi rugi sekali kalau kamu tidak mampir ke Ke’te Kesu.

sumber gambar: topindonesiaholidays.com

Sama halnya seperti di Pallawa, saat masuk kawasan Ke’te Kesu kamu juga bisa melihat adanya Tongkonan atau rumah adat, namun khusus miliki bangsawan. Lokasi ini juga jadikadika tempat penyimpanan mayat leluhur Toraja.

Khusus Khatolik: Patung Yesus tertinggi di Dunia

Di Toraja kamu juga akan menemukan Patung Yesus yang menjulang tinggi, dan disinyalir merupakan yang tertinggi di dunia. Ketinggiannya mencapai 40 merter, membentang ke depan dengan mengarah ke kota Mangkele. Pembuatan patung ini menghabiskan dana sampai 30 miliyar, dan terbuat dari perunggu. Namun, ikon ini hanya dikhususkan bagi mereka yang Bergama katolik saja, kalau agama lain tidak diperbolehkan.

Bukit Teletubis, Ollon

Ada yang pernah menonton film teletubis? Film anak-anak yang menggambarkan kehidupan 4 tokoh boneka. Kalau pernah menonton pasti kamu juga pernah lihat ada sebuah bukit yang biasa digunakan tokoh-tokoh tersebut untuk bermain.

sumber gambar: ngetren.co.id

Nah, kalau kalau ke Toraja kamu juga bisa loh menemukan bukit mirip dengan buki teletubis, namanya bukit Ollot lokasiny ada di Desa Bau. Kalau dari kota Makale jaraknya sekitar 45 km.

Itulah beberapa wisata di Toraja yang patut kamu kunjungi. Saat berkunjung ke Toraja sebaiknya kamu menghormati adat budaya setempat ya, misalnya saja kalau sedang ada ritual kematian kamu jangan terlalu berisik, karena ritual tersebut cukup sacral. Selain itu, karena akses ke sana juga cukup sulit, kamu sebaiknya memesan travel guide untuk mengantarkan kamu ke Toraja, ini akan lebih praktis baik dalam masalah kendaraan atau saat akan berhubungan dengan masyarakat setempatnya. Happy traveling!

Post Comment